Jumat, 15 Juli 2016

CONTOH LAPORAN KEKERINGAN

LAPORAN KEKERINGAN
Kekeringan adalah keadaan kekurangan air yang sangat ekstrem dalam waktu lama. Kekeringan timbul tanpa dapat diprediksi secara cepat.
                Di Indonesia, hujan turun secara tidak merata meskipun pada umunnya hujan terjadi di seluruh wilayah negri. Ada daerah yang lebih mendapatkan curah hujan dan ada pula daerah yang kurang mendapatkan curah hujan. Selain itu, hujan tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan. Di wilayah barat, hujan sudah turun, tetapi di wilayah timur belum.
                Penyebab Kekeringan 
Faktor penyebab kekeringan adalah:     1) adanya penyimpangan iklim
 2) adanya gangguan keseimbangan hidrologis dan
 3) kekeringan agronomis.
1. Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan.
2. Gangguan keseimbangan hidrologis, kekeringan juga dipengaruhi oleh adanya gangguan hidrologis seperti:
 1) terjadinya degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alih fungsi lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya sistem peresapan air tanah           
2) kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam
3) rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.
3. Kekeringan agronomis, terjadi sebagai akibat kebiasaan petani memaksakan menanam padi pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang tidak mencukupi.




Dampak akibat kekeringan
Dampak terjadinya kekeringan antara lain:
1) produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati sehingga merugikan petani
2) Karena produksi rendah secara riil mengalami kerugian material maupun finansial yang besar dan bila terjadi secara luas, akan mengancam ketahanan pangan nasional
3) menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau.
Upaya-upaya
Untuk mengatasi kekeringan dapat dilakukan dengan cara:
1) gerakan masyarakat melalui penyuluhan;
2) membangun/rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi;
3) membangun/ rehabilitasi/pemeliharaan konservasi lahan dan air;
4) memberikan bantuan sarana produksi (benih dan pupuk, pompa spesifik lokasi);
5) mengembangkan budidaya hemat air dan input (menggunakan metode SRI/PTT).
Sekian dari laporan saya, mohon maaf jika ada salah kata. Saya ucapkan terimakasi.